Rock Identification and Classification

Penggunaan kata ‘terikat’ berarti bahwa batu harus memiliki integritas struktural, mis. agregat pasir tidak menjadi batu sampai biji-bijian diikat menjadi satu. Zat pengikat yang tipikal adalah mineral berbutir sangat halus (mis. Kalsit, tanah liat) atau mineraloid (mis. Kaca, kaca), meskipun dalam beberapa jenis batuan kristal-kristal tersebut saling bertautan dan tidak diperlukan pengikat.
Klasifikasi

Ada tiga kelompok besar batuan:

Batuan gunung berapi adalah batuan yang terbentuk oleh pendinginan dan kristalisasi magma, baik di permukaan bumi atau di dalam kerak bumi;
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk ketika partikel batuan lain yang tererosi diendapkan (di dasar laut, aliran / dasar danau, dll) dan dipadatkan, atau oleh pengendapan mineral / mineraloid dari air;
Batuan metamorf adalah yang terbentuk ketika batuan yang ada mengalami tekanan dan / atau perubahan suhu sehingga mineralogi aslinya diubah.

Masing-masing kelompok batuan ini mengandung banyak jenis batuan yang berbeda, dan masing-masing dapat diidentifikasi dari fitur fisiknya.

Mampu menggambarkan dan memberi nama batu adalah salah satu keterampilan dasar seorang ahli geologi. Informasi penting mengenai sifat batuan dikomunikasikan melalui deskripsi yang ringkas dan akurat. Informasi ini memungkinkan ahli geologi untuk mengidentifikasi batu, dan, dalam prosesnya, untuk belajar tentang sejarahnya dan lingkungan geologi tempat batu itu terbentuk.

Pengetahuan tentang hubungan lapangan antara unit batuan yang berbeda merupakan hal mendasar untuk mempelajari batuan. Ini diperoleh dari pemetaan dan pengamatan batuan di lapangan. Analisis mendalam batuan menggunakan mikroskop atau peralatan laboratorium analitik yang canggih memberikan informasi penting tentang komposisi mereka. Di antara ekstrem ini adalah pengamatan dan deskripsi spesimen tangan. Istilah spesimen tangan mengacu pada sepotong batu yang mudah dikelola yang dapat diambil dan dengan mudah diangkut kembali ke pangkalan geologis untuk penyelidikan lebih lanjut.
Metodologi

Identifikasi batuan adalah proses sistematis, membutuhkan deskripsi karakteristik fisik yang singkat dan akurat. Proses ini disebut petrografi. Ahli geologi menggunakan deskripsi petrografi untuk mengomunikasikan fitur penting dari batu dalam tulisan (dengan ilustrasi / foto jika sesuai). Deskripsi petrografi juga merangkum karakteristik ini untuk referensi di masa mendatang. Mereka harus mengandung informasi yang cukup untuk memungkinkan identifikasi batuan.

Deskripsi petrografi sistematis, seperti namanya, harus mengikuti pola sistematis yang merinci informasi yang diperlukan dalam urutan yang ditetapkan. Ahli geologi harus dapat menentukan sifat fisik batuan berdasarkan pengamatan dan tes sederhana yang dapat dilakukan di lapangan.